Tahapan membangun Rumah, Proses, langkah membangun rumah

Berikut ini Tahapan , Proses, atau langkah membangun rumah. Pada saat memulai pekerjaan pembangunan, sangat diperlukan sumber listrik maupun sumber air yang memadai. Anda dapat mengkoordinasikannya dengan dengan Pihak PLN ntuk penyambungan dari sumber listrik disekitar lokasi yang akan dibangun. Hal iini sangayt dibutuhkan mengingat selama masa pengerjaan bangunan, pekerjaan atau tukang Anda membutuhkan sumber tenaga listrik untuk menjalankan alat – alat konstruksi maupun operasional pekerja. Untuk sumber air sementara,Anda dapat membuat sumur termasuk dalam rencana pembangunan Anda dapat memperhitungan letak, posisi, maupun jenis kedalaman sumur dengan kebutuhan hunian hiunian Anda. Pastikan sumur tersebut dapat Anda gunakan dengan baik nantinya.

Mempersiapkan Gudang dan Bedeng Sementara
Gudang dan bedeng sementara hanya digunakan ketika proyek pengerjaan bangunan berlangsung. Ukuran bedeng biasanya 3  x 4 m sedangkan gudang untuk menyimpan material berukuran 2x3 m. walaupun seringkali tidak termuat dalam perencanaan awal, penyiapan bedeng dan gudang sangat diperlukan sebagai media kontrol untuk melindungi bahan bangunan dari pengaruh cuaca serta risiko  penncurian atau kehilangan

Pembuatan Bowplank
Pembuatan bowplank atau balok papan yang disambungkan dengan tali berguna sebagai pembatas wilayah pekerjaan yang telah direncanakan. Hal ini dilakukan agar pengerjaan fondasi untuk bangunan nantinya sejajar dan tepat sesuai dengan denah rumah yang direncanakan. Anda dapat memberikan warna yang mencolok untuk papan bouwplank yang sudah dipasang agar menjadi patokan yang jelas untuk rencana penggalian bangunan. Biasanya jarak antara rencana galian fondasi dengan papan bouwplank adalah 1 m. sesuaikan dengan tata letak dan ukuran yang ada pada denah bangunan.

Mulai Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan dilakukan untuk membebaskan tanah pada lokasi pekerjaan dari unsur – unsur lain yang dapat menggangu proses pengerjaan konstruksi, seperti rumput liar, sampah, atau material yang mengganggu. Lakukan pembersihan secara menyeluruh agar tanah atau lahan siap untuk dibangun.

Jadi demikian tadi tahapan membangun rumah atau langkah-langkah membangun rumah.

Membangun Rumah Sistem Borongan Upah

Membangun Rumah Sistem borongan upah adalah sistem kontrak kerja dengan ketentuan pemilik rumah menyediakan bahan bangunan sedangkan pemborong melakukan pekerjaan pembangunan dengan mendapatkan upah atas jasa pekerjaannya. Dikalangan masyarakat sekarang ini banyak banyak yang menggunakan sistem kontrak kerja jenis ini. Hal ini disebabkan kontrak jenis ini lebih mudah dan tidak perlu formal karena dokumennya pun tidak tidak detail dan fungsi pemborong hanya sebagai pelaksana di lapangan.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Borongan Upah
Kelebihan Membangun Rumah sistem borongan upah
•    Jika menggunakan sistem ini Anda akan lebih leluasa memilih dan menentukan jenis material yang akan dignakan pada pekerjaan membangun rumah.
•    Jika terdapat perubahan atau tmbahan pekerjaan Anda dapat melakukannya, tidak harus memakai adendum kontrak.
•    Ketika memilih dan membeli material yang akan dipakai, Anda akan lebih selektif karena kemungkinan untuk dicurangi ( harga atau kualitas material) tidak akan terjadi.
Kekurangan Membangun Rumah sistem borongan upah
•    Jika terjadi kenaikan harga maupun terdapat masalah pada saat penyimpanan material ( keamanan material), maka Anda sendiri yang akan bertanggung jawab dalam mengatasinya.
•    Anda harus memberi perhatian lebih dalam mensuplai material ketika proses pembngunan sehingga tidak menjadi alasan bagi pekerja untuk memperlambat pekerjaan.
•    Proses pengawasan harus intensif dilakukan sehingga tidak terjadi pemborosan bahan material bangunan rumah yang sudah Anda sediakan.
Seperti yang anda lihat, di sini juga terdapat kelebihan dan kekurangan. Namun, seperti itulah gambaran mengenai Membangun Rumah Sistem Borongan Upah.

Membangun rumah Sistem Pemborongan sebagian

Membangun rumah Sistem Pemborongan sebagian merupakan sistem kontrak kerja membangun rumah yang sering digunakan dalam masyarakat. Jika Anda menginginkan efektivitas pekerjaan pemborongan penuh tapi juga tidak ingin meninggalkan pekerjaan – pekerjaan tertentu yang membutuhkan perhatian khusus, sistem pemborongan jenis ini sangat cocok untuk Anda gunakan. Sistem membangun rumah ini merupakan sistem kontrak kerja dengan ketentuan pekerjaan konstruksi rumah dilaksanakan oleh pemborong yang telah Anda tunjuk sebagai pemborong penuh, tetapi untuk pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dengan spesifikasi  yang khusus pula Adendum menggunakan jasa dari pihak lain.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pemborongan Sebagian

Kelebihan membangun rumah sistem borongan sebagian
•    Seperti halnya dengan pemborongan keseluruhan , sistem pemborongan sebagian juga bersifat penuh pada pembelian material bangunan , yaitu ditanggung penuh ioleh pihak pemborong. Anda hanya perlu menyediakan dana sebagai uang muka dan pada saat tertentu saja.
•    Sebagai pemilik bangunan, Anda tidak perlu khawatir dengan mutu bahan atau hasil pekerjaan karena semua dikerjakan oleh ahlinya ( sesuai yang Anda inginkan pada awal perencanaaan ).
•    Jenis pemborongan ini terdapat generasi atau jaminan terhadap pekerjaan yang diborongkan.

Kekurangan membangun rumah sistem borongan sebagian
•    Dalam hal pengawasan Anda tetap harus jeli dalam melihat, meneliti, maupun mengarahkan jenis material yang akan  digunakan. Jangan sampai bahan  material yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi atau tidak sesuai standar.
•    Bahan bangunan yang dibuat dengan proses pabrikasi perlu diwaspadai standarisasinya, beberapa jenis material yang sama belumdiwaspadai standarisasinya, beberapa jenis yang sama belum tentu sama kualitasnya karena proses pabrikasinya berbeda.

Nah dari semua diatas, apakah anda memilih sistem ini dalam membangun rumah? Jawabannya adalah terletak pada kehendak dan keputusan anda apakah ingin Membangun rumah Sistem Pemborongan sebagian.

Membangun rumah sistem borongan keseluruhan


Jika pekerjaan pembangunan rumah tinggal Anda dilakukan dengan menggunakan satu jasa pemborong( pemborong utama) , maka termasuk dalam jenis pemborongan keseluruhan. Artinya semua jenis pekerjaan dilakukan oleh pemborong tersebut sesuai dengan kontrak yang telah disepakati sebelumnya. Antara pemilik rumah ( ownwer) dan pemborong utama telah menyepakati ketentuan bagi kedua belah pihak. Ketentuan yang disepakati8 antara lain perancangan (perdesain ) bangunan, desain atau perencanaan bangunan, dan pelaksanaan pekerjaan. Perhatikan masalah waktu pengerjaan dan kualitas bahan banngunan yang akan digunakan. Buat kesepakatan secara rinci mengenai waktu pengerjaan dan jaminannnya serta kualitas bahan bangunan yang akan dipakai nantinya.
Kelebihan pekerjaan borongan dan kekurangan Pekerjaan Pemborongan Keseluruhan

Kelebihan membangun rumah sistem borongan total
  • Seluruh jenis pekerjaan termasuk biaya non-teknis lain di luar komponen bangunan dan upah menjadi tanggung jawab penuh pemborong.
  • Pada saat perencanaan awal setelah pemilih rumah menyapakati Rencana Anggaran Biaya ( RAB), harga borongan merupakan tanggung jawab pemborong bukan pemilik bangunan.
  • Jika Anda menggunakn jasa pemborong secara keseluruhan, Anda tidak repot akan pekerjaan yang menjadi bagian dalak pembangunan. Pihak pemborong akan mengorganisasikan pekerjaan hingga selesai. Anda hanya akan terlibat pada saat memberikan dana pada waktu atau tahapan tertentu.
  • Sebagai pemilik rumah, Anda hanya bertugas mengawasi proses perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi sampai batas waktu yang telah ditentukan.

Kekurangan membangun rumah sistem borongan keseluruhan

Anda harus jeli dalam perencanaan awal serta memilih pemborong sehingga tidak akan terjadi kesulitan pada saat pelaksanaan . seringkali dokumen kontrak yang tidak lengkap ( tidak jelas) membuat Anda kesultan dalam mencapai hasil sesuai dengan yang diinginkan.
Karena bersifat lunsump yaitu pengelolaan pelaksanaan diserahkan langsung semuanya kepada pemborong,seringkali mutu material tidak dapat diawasi secara optimal sehingga Anda membutuhkan kejelian pada saat pelaksanaan pembangunan.
Bila terdapat tambahan pekerjaan atau penggantian jenis material pada saat pelaksanaan, Anda perlu mendiskusikannya terlebih dahulu dengan pihak pemborong apakah perlu dibuat addendum kontrak. Jika dana terbatas, Anda dapat membuat tambahan pekerjaan setelah semua jenis pekerjaan selesai.
Pada saat pelaksanaan Anda harus mengawasi proses demi proses secara teliti untuk menghindari pekerjaan yang tidak sesuai atau asal - asalan.
Jadi demikian tadi kelebihan dan kekurangan sistem borongan dalam membangun rumah. Oleh karenanya kita perlu jeli dalam membangun rumah sistem borongan.

Membangun rumah Sistem Borongan Perjenis Pekerjaan

Membangun rumah Sistem Borongan Perjenis Pekerjaan adalah alternatif dalam membangun rumah. Anda menginginkan setiap jenis pekerjaan untuk rumah yang Anda bangun dikerjakan secara detail, rapi, dan maksimal Anda dapat menggunakan sistem pemborongan jenis ini. Anda cukup mencari tenaga terampil( ahli) untuk jenis-jenis pekerjaan membangun rumah, dalam istilah jasa konstruksi yaitu pekerjaan yang disubkontraktorkan. Anda tidak perlu khawatir akan hasil yang akan dicapai nantinya karena setiap pekerjaan oleh tenaga- tenaga yang ahli dibidangnya.

Kelebihan dan kekurangan Sistem Pemborongan Perjenis Pekerjaan

Kelebihan membangun rumah borongan sebagian
•    Karena setiap jenis pekerjaan ditangani langsung oleh ahli yang sudah Anda percaya, hasil pekerjaan yang akan didapatkan pun akan lebih maksimal.
•    Jenis pekerjaan yang dikontrakkan dapat terjaga kualitasnya karena diawasi dan dikerjakan masing – masing sehingga Anda tidak kerepotan dalam hal pengawasan pekerjaan.
Kekurangan membangun rumah borongan sebagian
•    Untuk menyelesaikan proyek dengan sisitem borongan ini, biaya yang akan Anda keluarkan lebih besar daripada pemborongan secara keseluruhan.
•    Anda harus melakukan pengawasan pekerjaan secara lebih teliti atau menggunakan tenaga pengawas yang berpengalaman pada tiap jenis pekerjaan sehingga tidak akan terjadi kemunduran waktu yang dapat menimbulkan pembengkakan biaya.
•    Apabila ada subkontraktor yang kurang dapat dipercaya dalam menangani jenis pekerjaan tertentu, akan berdampak pada jenis pekerjaan lainnya. Misalnya akan terdapat wilayah abu –abu yang tidak saling mengakui pekerjaannya, misalnya pada subkontraktor kusen dan subkontraktor tembok.

Jadi memang terdapat kelebihan dan kekurangan dalam membangun rumah sistem borongan sebagian ini. Namun begitu kita bisa menjadikan membangun rumah sistem borongan sebagian ini sebagai salah satu pilihan lain dalam membangun rumah.

Pengertian Area Ruang Parkir , ARP


Area ruang parkir adalah luas ruang untuk fungsi parkir ( khususnya bangunan umum) minimal yang dipersyaratkan pada suatu pendirian bangunan , yang ditetapkan berdasr pada perbandingan dengan luas lantai total.
ARP = luas ruang parkir / luas lantai total
ARP biasanya dipersyaratkan sebesar 0,33% dari luas lantai total bangunan tergantung dari fungsi bangunannya. Jadi memang area ruang parkir seperti itu adanya.

Pengertian Koefisien Dasar Bangunan , KDB


Koefisien dasar bangunan adalah nilai perbandingan ( persentase ) dari luas lantai dasar terhadap luas lahan atau kaveling keseluruhan bangunan tersebut berada. Konsep koefisisen bangunan berkaitan dengan koefisien dasar bangunan serta ketinggian bangunan. KDB merupakan luas bangunan di lantai satu yang boleh dibanngun. Biasanya perbandingannya 60: 40 atau 70: 30.jika 70: 30 maka bangunan yang boleh di bangun adalah 70 % dan 30 % harus disisakan menjadi area terbuka. Karena memang daripada itulah koefisien dasar bangunan dibahas.